Home » » Ini Gejala Tangki BBM Mobil Perlu Dikuras

Ini Gejala Tangki BBM Mobil Perlu Dikuras

Written By HUSNI ZULFIKAR on Selasa, 26 April 2016 | 08.50




Mobil jalan seperti tersendat saat kecepatan konstan atau mesin tiba-tiba mati setelah berhenti. Juga ada gejala "batuk-batuk" seperti habis bensin adalah beberapa gejala aliran suplai bahan bakar tidak beres. Banyak pemilik kurang paham salah satu penyebabnya adalah tangki BBM yang kotor.
Iwan Abdurrahman dari Technical Service Division Toyota Astra Motor kepada KompasOtomotif, menjelaskan, saringan BBM pada mobil biasanya ada dua, yakni di dalam dan di luar tangki. Saringan di dalam tangki atau yang disebut Iwan sebagai saringan kasar adalah perangkat pertama yang berpotensi tersumbat karena kotoran, akibatnya suplai BBM macet.
“Paling sering berasa ketika saringan bermasalah itu mobil “brebet” atau bahkan sampai bisa mati habis mengerem. Dicek juga, biasanya kalau mesin mati setelah deakselerasi itu, saat ‘distarter’ bisa  hidup lagi. Jadi saat mesin mati kan pompa bahan bakar mati juga, karena tekanannya hilang kotoran yang ngumpul jatuh. Itu makanya mesin bisa hidup, mobil jalan lagi,” kata Iwan menguraikan,


Masalahnya, mengecek kondisi saringan kasar lebih sulit dibanding saringan luar karena lokasinya di dalam tangki. Bila ingin diperiksa otomatis tangki harus dibongkar. Inilah salah satu alsan tangki kotor jarang dianggap sumber penyakit.
“Biasanya lebih sering kejadian pada mesin diesel karena pakai BBM solar. Di dalamnya ada sesuatu yang lengket atau seperti pasir, mungkin seperti sisa sulfur. Saya yakin kotoran di dalam tangki itu asalnya dari luar, bukan bagian dalam tangki yang berkarat misalnya lalu bikin mampat,” kata Iwan.

Tidak ada ukuran pasti berdasarkan angka odometer kapan seharusnya tangki dikuras. Makanya sudah jadi kewajiban pemilik menjaga kesehatan penyimpan BBM itu.

Asal kotoran
Kebanyakan kotoran berasal dari luar yang kelamaan mengendap hingga membentuk sesuatu tidak lolos saringan kasar. Penyebabnya ada banyak, misalnya benda kecil larut cairan masuk dari lobang tangki lantas masuk hingga ke dasar. Namun paling sering terjadi karena kualitas BBM yang jelek.



Kenapa Kuras Tangki Populer di Indonesia?



Meski kuras tangki tidak masuk dalam jadwal servis berkala di bengkel resmi, metode perawatan ini kerap dilakukan pemilik demi menjaga kesehatan mobil. Kuras tangki cukup populer di Indonesia, tapi mengapa demikian?
Kebanyakan penyebab tangki harus dikuras karena khawatir soal kotoran yang mengendap. Kotoran bisa menghambat penyaluran bahan bakar ke ruang mesin sebab menutupi saringan. Tapi sebenarnya dari mana asal kotoran di dalam tangki?
Menurut Iwan Abdurrahman, Technical Service Division Toyota Astra Motor, asal kotoran dominan dari faktor eksternal. Artinya, benda berpotensi mengendap masuk melalui lubang tangki, paling besar kemungkinannya ikut terbawa ketika pengisian bahan bakar. Opsi lain, memang kualitas bahan bakar yang digunakan kurang baik atau bermasalah.
Menurut Nugraha Reza, Ketua Innova Community yang pada pekan lalu melakukan aktivitas kuras tangki bareng 56 unit untuk kesehatan mobil, mengatakan, setelah dibuka terlihat kotoran seperti lumpur yang mengendap. Kejadian ini lebih sering ditemukan pada tipe Innova bermesin diesel.
“Kalau melihat hasil kemarin, mobil yang perlu dikuras itu yang angka kilometernya tinggi, terus pakai bensin atau solar subsidi,” ujar Reza saat dihubungi KompasOtomotif, Selasa (23/2/2016). 

Lazim di Indonesia
Menurut Iwan Indonesia kuras tangki begitu dikenal di Indonesia tapi sebenarnya tidak lazim di luar negeri. 

"Misalnya di Jepang, di sana jarang sekali yang namanya kuras tangka karena seperti kita tahu kualitas bahan bakarnya bersih sekali. Di beberapa negara kuras tangki belum sesuatu yang lazim,” kata Iwan

sumber:kompas.com

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar