Home » » Lakukan Langkah Berikut Jika Pecah Ban

Lakukan Langkah Berikut Jika Pecah Ban

Written By HUSNI ZULFIKAR on Minggu, 17 April 2016 | 05.04

Lakukan Langkah Berikut Jika Pecah Ban

Apabila mengalami pecah ban dan harus menggantinya, jangan panik dan tetap tenang. Parkirlah di sisi jalan atau cari tempat yang rata dan agak luas.
Hal ini penting karena akan sangat berbahaya jika kita mengganti ban di jalanan yang cukup ramai.
Pastikan mobil tidak bergerak. Jika mobil menggunakan transmisi manual tempatkan transmisi pada gigi 1 atau R (reverse) dan tariklah rem tangan. Jika mobil anda bertransmisi otomatis tempatkan pada posisi P (Parking). Jika mobil berada pada tanjakan, tempatkan ganjal pada ban mobil dengan benda keras seperti batu atau kayu.
Kemudian, keluarkan peralatan yang dibutuhkan, nyalakan lampur hazard, siapkan ban cadangan, dan tempatkan segitiga pengaman beberapa meter di belakang mobil. Jika di mobil terdapat buku manual, bacalah buku tersebut dahulu, karena banyak informasi penting yang akan sangat membantu anda. Setelah itu, anda dapat memulai mengganti ban mobil anda.
  1. Jika ada, buka penutup roda. Apabila agak sulit congkel penutup dengan menggunakan obeng.
  2. Kendurkan baut-batu roda menggunakan kunci roda dengan memutar berlawanan arah jarum jam. Kendorkan dengan pola bersilang, misalnya ada 4 buah baut, kendorkan baut atas, lalu bawah, kiri dan kanan. Baut cukup dikendorkan, jangan sampai terlepas dulu.
  3. Pasang dongrak mobil pada posisi yang dianjurkan oleh buku manual. Jika anda tidak memiliki buku manual, carilah sebuah Cekungan (atau tonjolan) kecil atau semacam tanda di bagian bawah mobil. Cekungan (atau tonjolan) ini umumnya berada sedikit di belakang roda depan dan di depan roda belakang. Cekungan (atau tonjolan) ini umumnya telah dimiliki oleh mobil-mobil saat ini.
  4. Pastikan dongkrak pada posisi tegak lurus dengan tanah, lalu naikkan dongkrak hingga roda terangkat dan mudah dilepas nantinya. Jika saat menaikkan dongkrak posisinya terlihat tidak stabil, turunkan dulu dan perbaiki masalahnya.
  5. Kemudian, lepaskan semua baut roda dan kumpulkan baut pada satu tempat.
  6. Tariklah ban keluar perlahan dari dudukannya dan letakkan pada posisi tidur. Jika ban mobil terasa terlalu berat cobalah cari bantuan.
  7. Tempatkan ban cadangan pada posisinya dan doronglah masuk sambil menggoyangnya perlahan. Pastikan posisinya sudah pas dan tepat saat anda memasukkannya.
  8. Pasang kembali baut, putarlah searah jarum jam dengan jari tangan hingga terasa sudah mentok. Baut jangan dikencangkan dulu, karena jika anda melakukannya, ban akan ikut berputar.
  9. Turunkan dongkrak hingga roda sepenuhnya menyentuh tanah.
  10. Kencangkan semua baut dengan pola bersilang. Putarlah searah jarum jam dengan kunci roda. Pastikan baut telah kencang dengan menempatkan kunci roda secara horisontal dan coba pijaklah batang kunci roda dengan kaki.
  11. Setelah selesai, tempatkan ban yang bocor atau kempes di tempat ban cadangan serta simpan kembali semua perlengkapan di tempat semula. Otolovers siap untuk melanjutkan perjalanan
Pentingnya Tekanan Angin Pada Ban
Sejatinya, tekanan angin ban mobil akan terus berkurang meski tidak signifikan. Kondisi di mana tekanan angin menurun di bawah batas ideal ini akan mengurangi kenyamanan dan juga meningkatkan konsumsi bahan bakar.
Tak hanya itu, ban mobil dengan angin yang tidak sesuai juga tentu akan membahayakan saat dikendarai.
Selain efek serta bahaya yang mungkin terjadi, tekanan angin yang kurang pas juga akan membuat usia pakai ban menjadi lebih pendek. Oleh karena itu, tekanan angin pada ban mobil harus dicek setidaknya satu kali setiap bulannya.
Hal ini dikarenakan kondisi ban masuk ke dalam kategori keamanan dalam berkendara. Dalam perjalanan jauh dan kecepatan tinggi, tekanan angin yang tidak sesuai bisa saja menyebabkan ban mobil pecah secara tiba-tiba.
Umumnya, kecelakaan yang diakibatkan ban pecah saat kecepatan tinggi juga dialami karena ban yang kempis sementara muatan mobil terbilang banyak.
Bahkan untuk beberapa kasus, muatan mobil juga melebihi kapasitas mobil itu sendiri. Efeknya, ban yang kempis akan membuat dinding ban menerima tekanan lebih dari yang sudah didesain untuk diterima.
Untuk melakukan pemeriksaan atau pengecekan kondisi tekanan angin ban mobil, Otolovers dapat membawa ke tukang tambal ban mobil atau lebih baik lagi ke toko ban mobil yang sudah pasti memiliki standar untuk memeriksa.
Jika dirasa kurang atau terlalu kuat, maka montir atau petugas akan langsung menyesuaikan dengan mengeluarkan angin ban atau menambahkannya agar sesuai standar.
Isi tekanan ban sesuai kebutuhanIsi tekanan ban sesuai kebutuhan
Jika ingin melakukan pemeriksaan sendiri, sekarang sudah banyak dijual bebas alat untuk mengukur tekanan angin dalam ban mobil. Anda bisa mendapatkannya di toko otomotif atau toko perlengkapan di mall besar.
Selain itu, tak ada salahnya untuk melengkapi mobil anda dengan kompresor mini untuk mengisi angin ban.
Perlu diperhatikan, setiap mobil memiliki standar tekanan angin ban yang dibutuhkan. Biasanya ketentuan ini bisa diketahui dari stiker yang tertempel pada stiker dekat dengan pintu atau tempat lainnya.
Selain itu, sesuaikan tekanan standar mobil tersebut dengan batas tekanan yang dapat diterima oleh ban mobil. Hal ini akan tertulis pada spesifikasi ban mobil secara detail.
Lebih baik otolovers mengisi tekanan angin sesuai kebutuhan yang ideal dan jangan dipaksakan untuk mengisi dengan tekanan maksimal.
sumber : otosia.com
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar