Home » » Mengapa Mengisi Ban dengan Nitrogen Dianjurkan?

Mengapa Mengisi Ban dengan Nitrogen Dianjurkan?

Written By HUSNI ZULFIKAR on Selasa, 26 April 2016 | 08.44



Mengisi ban dengan nitrogen memang lebih mahal, daripada menggunakan angin biasa. Namun, ada harga tentu ada kualitas dan keuntungan yang diberikan oleh nitrogen.
Hery Maylanda, Consumer Product Planning Bridgestone mengatakan, mengisi ban dengan nitrogen memang lebih dianjurkan. Efek ke depannya bisa membuat ban menjadi lebih tahan lama.
“Rekomendasi tentu menggunakan nitrogen, ini bisa buat ban lebih awet. Tidah hanya ketika menggunakan ban baru, tetapi juga untuk seterusya,” ujar Hery kepada KompasOtomotif (Rabu (6/4/2016).
Penjelasannya, kata Hery, udara biasa yang dimasukkan ke dalam ban, mengandung uap air. Semakin banyak uap air yang ada, maka bisa meresap masuk ke lapisan ban, melalui pori-pori ban.
“Di dalam lapisan ban ada yang namanya steel belt (sabuk baja), kalau komponen ini terkontaminasi dengan air. Lantas ketika sudah terkena air, lama kelamaan bisa menjadi  berkarat,” ujar Hery.
Hery melanjutkan, kalau komponen steel belt sampai berkarat, maka yang akan terjadi yaitu pelepasan antara steel belt dengan lapisan lain. “Itu namanya separation, pemisahan antara lapisan di dalam ban, yang berujung pada kerusakan yang lebih cepat dari seharusnya,” ujar Hery.
Maka dari itu, tutur Hery, alangkah baiknya jika menggunakan nitrogen. “Bukan hanya tidak mengandung air, nitrogen juga bisa menjaga tekanan ban tetap stabil, dan ban lebih awet,” ujar Hery.


Ini Keunggulan Pakai Nitrogen buat Ban


Ini Keunggulan Pakai Nitrogen buat Ban

 Mencari nitrogen buat mengisi udara ban saat ini sudah tidak sulit. Hampir di SPBU mudah ditemui tempat mengisi nitrogen. Biayanya memang lebih mahal, tapi ada kualitas dan keuntungan yang diberikan oleh nitrogen.
Mengisi ban dengan nitrogen memang lebih dianjurkan. Efek ke depannya bisa membuat ban menjadi lebih tahan lama. Keunggulan ini dijelaskan oleh Hery Maylanda, Consumer Product Planning Bridgestone.
“Rekomendasi tentu menggunakan nitrogen, ini bisa buat ban lebih awet. Tidah hanya ketika menggunakan ban baru, tetapi juga untuk seterusya,” ujar Hery seperti dilansir KompasOtomotif (Rabu (6/4/2016).
Penjelasannya, kata Hery, udara biasa yang dimasukkan ke dalam ban, mengandung uap air. Semakin banyak uap air yang ada, maka bisa meresap masuk ke lapisan ban, melalui pori-pori ban.
“Di dalam lapisan ban ada yang namanya steel belt (sabuk baja), kalau komponen ini terkontaminasi dengan air. Lantas ketika sudah terkena air, lama kelamaan bisa menjadi  berkarat,” ujar Hery.
Hery melanjutkan, kalau komponen steel belt sampai berkarat, maka yang akan terjadi yaitu pelepasan antara steel belt dengan lapisan lain. “Itu namanya separation, pemisahan antara lapisan di dalam ban, yang berujung pada kerusakan yang lebih cepat dari seharusnya,” ujar Hery.
Maka dari itu, tutur Hery, alangkah baiknya jika menggunakan nitrogen. “Bukan hanya tidak mengandung air, nitrogen juga bisa menjaga tekanan ban tetap stabil, dan ban lebih awet,” ujar Hery.

sumber: kompas.com
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar