Home » » Periksa Magnetic Clutch, Siapa Tahu Penyebab AC Tidak Dingin

Periksa Magnetic Clutch, Siapa Tahu Penyebab AC Tidak Dingin

Written By HUSNI ZULFIKAR on Kamis, 05 Mei 2016 | 06.03

Periksa Magnetic Clutch, Siapa Tahu Penyebab AC Tidak Dingin


erdapat banyak penyebab air conditioner (AC) tiba-tiba terasa tak dingin. Bisa jadi penyebabnya datang dari magnetic clutch kendaraan Anda.
Magnetic clutch sendiri merupakan komponen yang menghubungkan putaran mesin dengan kompresor AC. Peranti ini terhubung oleh tali kipas yang memutarnya hingga menghasilkan arus listrik. Aliran listrik tersebut akan menarik pusat magnetic clutch menempel ke kompresor AC.
Menurut Ferry Jensen dari bengkel AC Rotary Bintaro, terdapat beberapa gejala akibat kerusakan magnetic clutch, antara lain AC tidak dingin meski blower tetap hidup, putaran mesin naik ketika AC mulai memanas, hingga bunyi logam yang bergesekan.
Untuk memastikannya Anda bisa memeriksa komponen ini dengan memberikan arus listrik langsung dari aki. Apabila pusat magnetic clutch tidak tertarik ketika diberi arus, bisa dipastikan terjadi masalah.
Cara lain yaitu menggunakan test pen. Periksa arus yang mengalir menuju magnetic clutch ketika AC menyala. Apabila terdapat daya, namun magnetic clutch tak bekerja, ada baiknya segera periksakan kendaraan Anda ke bengkel.

Hati-hati Pakai Carbon Cleaner untuk Bersihkan Mesin


Seiring pemakaian, mesin kendaraan akan menghasilkan kerak yang menempel di ruang pembakaran. Kerak ini tak hanya mengurangi performa kendaraan, tetapi berisiko merusak mesin.
Apabila kerusakan mulai terasa, tak jarang pengendara langsung melakukan skir klep atau turun setengah mesin. Padahal hal ini dapat dilakukan sendiri menggunakan pembersih karbon (carbon cleaner).
Carbon cleaner sendiri merupakan cairan yang mampu merontokkan kerak atau sisa karbon yang menempel di ruang bakar mesin. "Fungsinya (carbon cleaner) itu untuk bersihin, mancing kotoran agar tidak menyumbat mesin," jelas Kevin dari Eaglemodified.
Meski begitu, Anda perlu berhati-hati dalam menggunakan perangkat pembersih tersebut. Pasalnya, pembersih ini bersifat cukup keras, sehingga berisiko mengikis komponen di dalam mesin.
"Semprot tergantung kondisi mobil. Jangan banyak-banyak, sesuai dengan petunjuk penggunaan," jelasnya.
Untuk menghindari kerusakan, ada baiknya Anda memilih produk carbon cleaner yang terpercaya dan mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera.
Lantas bagaimana penggunaan carbon cleaner yang benar? Hal pertama yang Anda lakukan adalah membuka semua busi pada mesin. Kemudian semprotkan cairan secukupnya dan tunggu beberapa saat. Hal ini ditujukan memberi waktu agar cairan dapat bereaksi dengan kotoran.
Sedot kembali cairan di dalam mesin, Anda akan mendapati carbon cleaner akan berubah warna menjadi sedikit kehitaman. Setelah itu, nyalakan mesin untuk membuang sisa cairan yang tertinggal.
sumber:otosia.com
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar