Home » » Panas-Macet Pasang AC Paling Dingin, Apa Efeknya?

Panas-Macet Pasang AC Paling Dingin, Apa Efeknya?

Written By HUSNI ZULFIKAR on Sabtu, 25 Juni 2016 | 01.43

Panas-Macet Pasang AC Paling Dingin, Apa Efeknya?


Panas-panas pasang AC paling dingin kerap jadi keputusan para pengendara mobil, ditambah kala mereka mengarungi kemacetan di jalan. Namun, perlakukan seperti ini terhadap AC mobil punya pengaruh.
Dedy Ismanto, Channel Marketing Manager PT Robert Bosch Indonesia, menyarankan jika kita ingin kerja mesin dan kompresor pada AC mobil awet, maka tindakan itu sebaiknya dihindarkan.
"Mesin dan esktra fan sedang bekerja keras saat itu. Memang tergoda, jalan macet, enaknya yang dingin. Sebaiknya pasang AC dalam posisi sedang saja. Kalau mobil-nya double blower, sebaiknya yang belakang tidak dinyalakan supaya kerja AC lebih ringan dalam kondisi mesin sedang kerja keras," ujarnya.
Hal yang sama juga terjadi saat mobil melaju kencang, misalnya di jalan tol. Pada saat itu pun, kerja mesin sedang tinggi.
"Kadang orang berpikir, mumpung jalannya kencang, AC-nya dipolin. Padahal pada saat kencang itu kan putaran mesin tinggi, berarti kompresor AC harus ikutin putaran mesin yang demikian tinggi. Itu justru akan lebih merusak komponen AC dalam jangka waktu pemakaian yang lama."
Oleh karena itu, ia menyarankan agar Kalau dalam kondisi jalan lapang, tanpa ada kemacetan, pengguna mobil bisa menyetel AC pada kondisi normal. Artinya, tidak terlalu dingin, juga tidak terlalu panas.

sumber:otosia.com
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar