Home » » 7 Tips Offroad, Yang Penting Jangan Emosi

7 Tips Offroad, Yang Penting Jangan Emosi

Written By HUSNI ZULFIKAR on Kamis, 01 September 2016 | 04.38

7 Tips Offroad, Yang Penting Jangan Emosi

Main lumpur dan terabas medan memang satu hal paling menarik dalam dunia offroad. Bentuk mobil berbeda, ban besar bergerigi, mesin-mesin galak, demikian juga dengan faktor utilitas lainnya.
Namun, di balik itu, ada setidaknya tujuh hal yang perlu jadi perhatian. Contohnya adalah ketika acara Bhayangkara Merdeka Offroad (BMO) 2016 diadakan dengan diprakarsai Dirty Jeep Club dan diramaikan berbagai klub, seperti JKOI, JKOne Indonesia, Jeep Station Indonesia (JSI), dan Jeep Nation Indonesia.
Perjalanannya pun menarik karena para offroader yang berjumlah 52 orang ini membuka jalur baru, alias sebelumnya belum pernah di pihak ban jip, yakni di Bojong Koneng, Bogor.
1. KESIAPAN MOBIL, DRIVER, CO-DRIVER
Selain survei awal terhadap tempat, izin pihak berwenang, dan tentu menjaga etika terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar serta penentuan titik kumpul sebelum menuju lokasi, kesiapan mobil jadi faktor yang sudah disiapkan sejak awal.
Selain peserta harus memakai helm, urusan mesin mobil pun harus jadi perhatian. Mesin tidak dalam masalah, lalu diperlukan juga peralatan pembantu, seperti winch dan kabelnya atau alat kerek untuk menarik kendaraan.
Menurut Arista, Leader BMO 2016 yang juga tahun ini mengikuti MeX 2016 dan IOX 2016, terdapat tiga hal yang paling penting dalam kegiatan off road: mobil, driver dan co-driver atau navigator. "Dalam setiap ekspedisi, ada persyaratan kendaraan yang harus dipenuhi," ujarnya.
2. BACA KONDISI TREK
Medan offroad sudah pasti berbentuk tidak lazim. Kondisi yang ada pun bisa berubah, misalnya ketika hujan turun. Jalanan menjadi sangat berlumpur. Karakter lumpur yang tampak seperti lempung atau tanah liat itu cenderung melekat pada ban sehingga jalan terasa semakin licin. Belum lagi kubangan air di sana sini yang membuat peserta harus lihai membaca situasi.
"Pagi ini trek menjadi cukup 'lucu' dan lumayan karena semalam diguyur hujan," ujar Arista, yang kala itu juga mengingatkan para peserta untuk tetap berhati-hati, waspada, ikuti sesuai aturan dan regulasi yang berlaku.

3. PERHITUNGAN WAKTU
Dalam ajang tersebut, perjalanan menembus trek baru yang punya panjang 9 km itu rencananya akan dijalani dalam dua hari. Pada hari pertama, jalur yang dijajal sepanjang 6 kilometer, dengan perkiraan sekitar pukul 06.00 sore para off roader akan tiba di tempat beristirahat. Pada hari kedua, para offroader akan melahap sisa 3 kilometer, dan berujung di area wisata, Air Terjun Bidadari.
4. KOMUNIKASI RADIO
Kekompakan tim terjaga melalui komunikasi via radio yang nyaris tak pernah putus. Komunikasi dilakukan untuk sekadar mengingatkan tentang kondisi jalan di depan, atau memeriksa keberadaan rekan satu tim.
5. SEMUA TURUN TANGAN
Ketika kondisi jalan sulit, maka seluruh tim akan turun tangan untuk membantu agar setiap mobil dapat lewat. Navigator membantu driver melewati seluruh trek, dan turun ke jalan ketika diperlukan peralatan pembantu seperti winch atau alat kerek untuk menarik kendaraan, dan lain-lain.
Perjalanan off road merupakan kegiatan yang memang berisiko sehingga kekeliruan dapat membuat mobil terjungkal, atau ekstremnya masuk ke jurang. Zaki, salah satu peserta dari Dirty Jeep Club, mengatakan, kegiatan off road tak mungkin dapat berjalan tanpa kerja sama tim yang baik, antara driver dan co-driver, maupun dengan peserta lainnya

6. MAKAN WAKTU
Jangan kaget jika persiapan waktu yang sudah dibuat akan meleset, bahkan sangat jauh. Misalnya saja, dalam acara ini, di salah satu tanjakan berlumpur tepat sebelum lokasi peristirahatan, hampir semua mobil harus 'berjuang'.
"Medan menjadi sangat berat, setiap 100 meter bisa memakan waktu 7 sampai 8 jam," ujar Boy, Ketua Dirty Jeep Club. Kondisi semakin sulit ketika terdapat kendaraan yang mengalami kerusakan dan terjebak di tengah jalur. Seluruh tim mau tak mau harus bahu-membahu untuk membantu setiap kendaraan lewat.
"Akhirnya evakuasi setiap kendaraan yang terjebak memerlukan tambahan waktu hingga 24 jam," kata Boy.
7. JANGAN EMOSI
Driver yang siap secara fisik dan mental harus dapat bekerja sama dengan navigator yang juga handal dalam membantu driver. Mereka seperti bergantung satu dan lainnya.
Misalnya, dalam acara ini, tak satu dua kali mobil para off roader tampak terjebak dalam genangan lumpur atau tanah yang konstruksinya terlanjur lunak sehingga daya cengkeram ban amat lemah.
Para driver dan tim harus terus mencoba agar mobil dapat lewat. Dalam kondisi mentok alias tampak tak ada jalan, para driver harus tetap dapat berkonsentrasi untuk mengendalikan kendaraan, mengikuti instruksi co driver dan rekan tim yang membantu, tetap peka pada kondisi jalan dan mobil, serta bisa mengontrol winch.
Ketika malam menjelang, kondisi yang tadinya terang menjadi gelap. Penglihatan mulai terbatas. Lumpur bisa semakin dalam di mana-mana. Hujan pun bisa kembali turun. Ditambah lagi dengan panjangnya antrian mobil, kondisi ini tak ayal dapat membuat siapa pun senewen atau terpancing secara emosi.
Yang tadinya diperkirakan akan selesai pada sore atau menjelang malam hari ternyata mundur menjadi menjelang tengah malam. Itu pun belum seluruh kendaraan tiba. Namun, kata frustrasi diharamkan di sini. Pasalnya, rasa senang akan datang ketika semua sampai di lokasi peristirahatan.(kpl/nzr/why/sno)

sumber:otosia.com
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar