Home » » 8 Trik Sederhana Agar Performa Mobil Makin 'Joss'!

8 Trik Sederhana Agar Performa Mobil Makin 'Joss'!

Written By HUSNI ZULFIKAR on Sabtu, 03 September 2016 | 17.50

8 Trik Sederhana Agar Performa Mobil Makin 'Joss'!

Punya mobil kesayangan memang sesuatu yang agak 'tricky', karena salah satu yang jadi paling menantang dari memiliki mobil adalah perawatan rutin yang konsisten. Itulah yang terkadang jadi permasalahan tiap individu.
Sering alpa dalam melakukan maintenance terhadap mobil akan membuat performa mobil jadi tidak lagi sehandal seperti saat baru membelinya. Bisa jadi masalah-masalah yang lain akan semakin deras muncul seiring performa yang menurun.


Malah di kasus yang lain, terkadang tak adanya maintenance yang baik malah bisa bikin mobil jadi mati kutu dan tak bisa dikendarai dengan kondisi yang benar. Tak sedikit yang berakhir mati total gara-gara tak ada perbaikan dan maintenance performa.
Nah berikut ini, Otolovers, ada 8 trik simple yang bisa dilakukan untuk membuat performa mobil jadi lebih baik.

1. BAN
Apa yang sering membuat mobil jadi terseok-seok saat melewati medan berpasir yang licin dan kering? Terkadang hal tersebut terjadi ya karena kondisi ulir ban yang sudah mulai halus.
Maka dari itu pembersihan menggunakan wheel polish akan sangat berguna bagi performa ban. Selain itu, di kala kondisi darurat seperti habisnya ulir, penggantian ban luar akan sangat direkomendasikan supaya meminimalisir hal yang tidak diinginkan.
Penggantian ban dari yang lama dengan yang baru akan memberikan perbedaan yang sangat signifikan. Jangan sampai alpa untuk memilih ban dengan tingkat kepadatan dan kekerasan yang sesuai dengan mobil Otolovers sekalian. Termasuk ukuran dan jenis ban-nya itu sendiri.

2. VELG

Mengganti velg dari velg lama menjadi velg alloy ternyata tidak semata-mata merupakan kebutuhan keren-kerenan dan gaya-gayaan. Karena mengganti velg dengan velg alloy ternyata cukup efektif untuk mereduksi beban berlebih yang ada pada mobil.
Selain menjadi lebih ringan, penggunaan velg alloy terutama yang aftermarket, juga secara teknis mengurangi momen inersia rotasional pada mobil. Biasanya momen inilah yang membuat mobil jadi lebih berat untuk melaju karena torsi yang dibutuhkan jadi lebih besar.



3.KANVAS REM

Yang jauh lebih krusial daripada penggantian velg adalah penggantian kampas rem terutama pada mobil bekas. Karena kampas rem yang jelek akan berefek langsung pada nyaman tidaknya pengereman yang akan dilakukan pada mobil.
Jika kampas rem belum diganti dalam waktu lama dan sudah mulai aus, biasanya mulai terdengar suara-suara kasar dari bawah ban. Nyaris sama dengan suara nyaring cakram motor saat kampas remnya sudah usang dan harus diganti. Agak tidak masuk akal rasanya jika sudah melakukan upgrade pada bagian performa, tapi tidak memperbaharui pada bagian kampas rem.


4. STEERING WHEEL

Bagi pemilik mobil-mobil tua sebelum tahun 1990-an, memang harus dimaklumi bahwa model steering wheel mereka memang agak kurang modis. Maka dari itu biasanya banyak sekali pemilik mobil yang segera menggantinya dengan Momo, misalnya.
Steering wheel tak cuma berfungsi sebagai hiasan dan kenyamanan saja. Bagi pada petrolheads, mengganti setir yang lama bisa membuat handle grip jadi lebih baik, lebih ringan namun lebih stabil.

5. OLI

Penggantian oli pada mobil baru biasanya dituliskan rutin pada beberapa bulan sekali, atau setiap beberapa ratus satuan kilometer. Tapi tak ada salahnya mengganti oli bukan hanya di saat waktunya service datang, tapi juga di saat memang dirasa mobil sudah harus mengganti pelumasnya.

Jika biasanya menggunakan oli dengan kualitas sedang, maka bisa dicoba Otolovers sekalian untuk menggunakan oli dengan kualitas yang ciamik. Sekalipun harga biasanya bisa mencapai dua kali lipat, tapi oli dengan kualitas bagus akan memberikan sensasi berbeda pada mesin. Terutama dengan mulusnya putaran beserta suhu yang lebih terjaga stabil.

6. FILTER UDARA

Ide penggunaan filter udara adalah supaya kotoran seperti debu dan tanah maupun polusi bisa lebih terreduksi sehingga mencegah mobil mengalami kerusakan secara fisik. Sayangnya banyak dari filter udara default milik pabrikan awal biasanya memiliki struktur yang mencegah udara untuk masuk.
Penggunaan filter udara aftermarket akan membuat air intake jadi lebih besar. Biasanya akan langsung menyokong keberadaan daya kuda dan membuat hempasan mobil jadi lebih terasa kuat. Sekaligus tetap dengan perannya untuk melakukan filter udara. Selain itu, untuk mobil yang berusia puluhan tahun, kebersihan filter harus dicek setiap beberapa bulan sekali supaya air intake jadi lebih lancar dan tidak menghambat aliran udara.


7. BEBAN

Di manapun di dunia ini, keberadaan beban merupakan musuh utama dari para petrolheads. Beban berat yang berada di dalam mobil bisa menjadi kawan apabila mendukung keberadaan downforce, tapi akan menjadi musuh jika ternyata beban tersebut malah memberatkan kinerja mesin mobil, apalagi jika mobilnya bukan mobil SUV atau crossover yang punya daya beban cukup tinggi.
Tidak perlu muluk-muluk langsung mengganti semua part dalam mobil dengan yang lebih mahal atau lebih ringan seperti semi bucket seat Bride misal, namun dengan mengurangi beban terutama saat bepergian jauh dari koper dan oleh-oleh akan lebih dari cukup untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang terkuras akibat bobot.

8. EXTERIOR

Untuk bagian eksterior biasanya tidak terlalu berpengaruh banyak pada performa, asal tidak menyertakan parasut saja di bagian belakang mobil. Tapi memberikan perhatian secara detail pada tubuhnya pasca dimandikan merupakan langkah yang brilian.
Penggunaan wax, maupun polish akan lebih dari cukup untuk meminimalisir warna kusam dan kotor akibat penggunaan rutin apalagi di kota besar.
Pun juga dengan penggunaan shampo yang tepat pada window shield juga tak akan boleh dilewatkan begitu saja supaya tetap kinclong. Dan kuncinya adalah konsistensi untuk me-wax mobil dalam jangka waktu yang tak terlalu panjang, dan tak terlalu pendek selanya supaya warna mobil tetap konsisten.

sumber,otosia.com
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar